Kamis, 13 Januari 2011

Dionysius Hayom Rumbaka



Dionysius Hayom Rumbaka
Informasi pribadi
Nama lahir     :
Dionysius Hayom Rumbaka
Tanggal lahir :
22 Oktober 1988 (umur 22)
Tempat lahir  :
Tinggi             :
182 cm
Tunggal Putra
    Asal Negara          :
Pegangan tangan :
Kanan
Dionysius Hayom Rumbaka (lahir di Kulon Progo, 22 Oktober 1988; umur 22 tahun) adalah pemain bulu tangkis tunggal putra asal Indonesia. Dia kini merupakan anggota dari PB Djarum

Masa Kecil
Sejak kelas 3SD, Hayom kecil sering bermain bulutangkis bersama teman-temannya. Pamannya yang melihat minat sang keponakan memasukkannya ke klub bulutangkis Pancing Sembada di Sleman. sejak kelas 5 pindah ke klub di tasikmalaya, kemudian kelas 2 SMP,diminta orang tuanya dari klub tersebut dan dimasukkan kembali ke Pancing Sembada hingga tahun 2005. Hayom yang sering ikut turnamen bulutangkis lokal ternyata dipantau oleh pelatih dari PB Djarum dan merekrutnya.
Gaya Permainan
Permainannya sedikit ofensif, dengan mengandalkan smes kerasnya dan permainan di depan net yang cerdik. Panutannya adalah Taufik Hidayat.
 Prestasi
Sekilas Cerita
Pemain kelahiran Kulonprogo, 22 Oktober 1988 ini bergabung di PB Djarum sejak tahun 2005. Dari situlah bakatnya semakin terlihat. Di usia yang masih 21 tahun ini, si Hayom sudah menunjukkan bahwa dia siap menggantikan posisi Taufik Hidayat sebagai tunggal pertama Indonesia yang sampai saat inipun masih diduduki oleh Taufik sendiri di usianya yang hampir 29 tahun. Prestasi tertinggi Hayom adalah menjadi juara di Australian Grand Prix 2009 dan menjadi juara di Indonesia International Challeng 2009. Dan berkat prestasinya itulah, PBSI merekrut anak muda ini ke pelatnas tanpa tes bersama atlet putri PB Djarum juga, Maria Febe Kusumastuti. Pemilik nama lengkap Dionysius Hayom Rumbaka ini memiliki postur yang sangat memadai dengan tinggi badan yang mencapai 182 cm. Selain itu, gaya mainnya bahkan banyak yang bilang mirip seperti gaya main Taufik Hidayat dengan sering melakukan serangan mematikan. Dan semoga setelah bergabung dengan pelatnas, prestasi Hayom menjadi semakin bersinar dan menjadi tulang punggung Indonesia dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah perbulutangkisan nasional.

Alasan Saya Mengidolakannya
Saya mengidolakannya karena smashnya yang keras dan gaya permainannya yang sangat bagus . Dan dia juga pemain muda yang memiliki kualitas yang baik.

#Tugas Bahasa Indonesia gue gan ... haha ..

0 komentar:

Posting Komentar